Selasa, 25 Desember 200 - oleh : admin | 0 komentar | 601 hits
BALI, UNILEVER PEDULI - Program Peduli Lingkungan Unilever di Surabaya sudah raih dua penghargaan internasional yakni Energy Globe Award 2005 untuk kategori Air dan Green Apple Award 2007 untuk program lingkungan Surabaya Green & Clean.
Hal ini merupakan langkah nyata kepedulian masyarakat dan pemerintah Surabaya bersama Unilever demi melestarikan lingkungan. Kebanggaan ini muncul dalam pameran dan talkshow bertema a small step for a better future – when the people of Surabaya opens the world’s eyes, yang berlangsung di Pulau Besar Peninsula, Nusa Dua Bali, Minggu (9/12).
Program Peduli Lingkungan Unilever di Surabaya ini telah berjalan sejak 2001. Dalam skala nasional program ini telah mendapat penghargaan MetroTV MDG Award untuk kategori pelestarian lingkungan.
Melalui program Surabaya Green & Clean dan Merdeka dari Sampah, semangat warga semakin meningkat, sosialisasi program berjalan lebih cepat, edukasi dan motivasi ke masyarakat semakin mendalam. Upaya dan partisipasi masyarakat Surabaya ini telah mengantarkan Surabaya sebagai kota penerima Adipura dua tahun berturut-turut (2006-2007).
Dalam kesempatan itu, Direktur HR & Corporate Relations PT Unilever Indonesia Tbk. Josef Bataona mengatakan, “Apa yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat Surabaya merupakan langkah kecil untuk perubahan besar yang lebih baik dan ini adalah usaha yang patut kita puji. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Surabaya yang telah memberikan dedikasinya untuk melanjutkan ‘mimpi’ kami. Karena Unilever sangat menyadari ‘mimpi’ ini tidak akan terwujud bila kami melakukannya sendiri.”
Sebagai catatan, Surabaya berpenduduk kurang lebih 3 juta pada malam hari dan dua kali lipat pada siang hari. Para penduduk tersebut memproduksi sampah 8.700 m3 per hari. Penyumbang terbesar sampah ibu kota Jawa Timur ini berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai sekitar 60 persen dari total sampah yang dihasilkan kota Surabaya tiap harinya. Melalui program lingkungan ini, volume sampah di TPA Surabaya turun 10 persen.
“Memang tidak mudah menggerakkan masyarakat, namun berkat komitmen yang kuat berbagai pihak, segalanya tidak ada yang tidak mungkin. Pemberdayaan masyarakatlah yang menjadi kunci utama suksesnya program lingkungan ini,” Bambang DH, Wali Kota Surabaya
Program Lingkungan di Surabaya ini dikembangkan dengan memberdayakan masyarakat melalui fasilitator dan pemilihan kader lingkungan melalui pembekalan tentang pengetahuan dan wawasan soal pemilahan sampah dan manfaat ekonomis sampah bagi warga setempat. Saat ini jumlah kader lingkungan yang ada di Surabaya sudah mencapai 5.684 orang. Mereka berasal lebih dari 1.200 RT di Surabaya. Jumlah ini akan terus bertambah sejalan dengan meluasnya program ini ke daerah-daerah lain di Surabaya.
Suci Lestari, salah seorang kader perintis mengatakan, “Menjadi kader lingkungan adalah hal yang sangat membanggakan. Ternyata tidak sulit untuk memberikan kontribusi positif terhadap penyelesaian masalah persampahan kota. Penekanan awal adalah pemilahan sampah yang mudah dan sederhana, sehingga minat dan motivasi warga menjadi tinggi. Kami pun jadi lebih sering berkumpul dan berkomunikasi dengan para tetangga. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan peningkatan kas kampung dengan menjual sampah kering hasil produksi sendiri yang dapat menjadi komoditas warga.” (*/prim)