Situs LSM  LP3B Buleleng
| home | buku tamu | kirim artikel | download | forum | recommend | kontak |

Rubrik

Serba Serbi (umum)
Olahraga
Sain dan Teknologi
Seni & Budaya
Pendidikan
Lingkungan
Sosial, Politik & Ekonomi
Parlementaria
Energi
Pertanian Organik
ARSIP LAWAS LP3B
Global Warming & Climate Change

Top 10 Download

Buku Tamu dgn Turing number (958)
Pesan Singkat dgn Turing number (835)
PIXresizer (764)
Modul Komentar Terakhir (757)

Powered by








 

Desa Pakraman Panca Mekar Sari--------------Secercah Harapan di Balik ''Renewable Energi Park''

Selasa, 25 Desember 200 - oleh : admin | 0 komentar |   749 hits

BALIPOST, 25 DESEMBER 2007

Kini, mungkin saatnya bagi masyarakat Nusa Penida untuk berpikir lebih optimis. Daerah yang berbukit, kering dan terkenal tandus, tidak perlu lagi ditakutkan dan dijadikan sesuatu yang seolah menutupi segala potensi yang begitu banyak tersedia didalamnya. Memang, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah, mulai membangun jaringan listrik, membuat jalan hingga ke pelosok desa, menyalurkan air bersih kependuduk pun seakan tidak mempan untuk menghapus ketertinggalan Nusa Penida dibanding daerah lain di Klungkung (Bali). Potensi apa saja yang dimiliki Desa Pakraman Panca Mekar Sari? Kalaun dulu tanahnya tandus, bagaimana dengan perkembangan sekarang?
========================================================
Tahun 1988, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) di Propinsi Bali, melakukan research dengan membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan sistem koneksi. Namun, karena masih berupa penelitian, setelah beberapa tahun berjalan proyek tersebut tak jelas arah hingga akhirnya lenyap termakan waktu. Hal itulah yang kemudian seakan dijadikan pembenar oleh masyarakat Nusa Penida bahwa mereka telah kehilangan harapan untuk mendapatkan listrik murah yang memanfaatkan sumber energi dari potensi wilayah sendiri.
Melihat sikap pesimis masyarakat, tak menutup keinginan berbagai pihak untuk berbuat sesuatu di Nusa Penida. Tahun 2006, dua unit PLTB kembali dikembangkan di Bukit Mundi, Klumpu bahkan kini dirancang sebagai renewable energy park (taman energi terbarukan). Belajar dari pengalaman sebelumnya, warga sekitarpun pesimis proyek itu akan berlanjut dan berhasil sesuai harapan.
Namun, masyarakat Desa Pekraman Panca Mekar Sari yang ada di Desa Klumpu, memiliki pandangan berbeda. Desa Pekraman dengan lima banjar adat itu, Banjar Tiagan, Subia, Rata, Tengaksa dan Pengalusa justru menyimpan secercah harapan. Desa pekraman yang masih memiliki banjar adat tanpa listrik hingga di tahun 2005 itu, berharap keberadaan pembangkit listrik berupa PLTB dan PLTS disekitar wilayah mereka, bisa membuka peluang mereka untuk mendapatkan sambungan listrik secara merata dan murah. Begitu pula teratasinya berbagai persoalan lain, seperti teratasinya kesulitan air bersih yang dihadapi bertahun-tahun dan teratasinya berbagai persoalan lain yang selama ini dihadapi.
Bendesa Adat Panca Mekar Sari, Ketut Biasa dan Klian Banjar Rata, Gede Sudandra menuturkan, masyrakatnya sejak dulu sangat mendambakan listrik. Makanya kehadiran PLTB dan PLTS yang bisa memenuhi dahaga mereka itu sangat disyukuri. Tahun 2006, seluruh masyarakat Panca Mekar Sari sudah mendapat aliran listrik secara merata. Sejak itulah, sebagian warga mulai bisa membuka usaha/industri rumah tangga, seperti usaha pembuatan es, membuka usaha kerajinan ukiran kayu, serut (penghalusan) batu kapur. Dulunya, tukang kayu dan serut batu, hanya menggunakan alat dengan tenaga mesin. ''Sekarang, masyarakat sudah bisa menggunakan alat dengan tenaga listrik, sehinga usaha masyarakat menjadi lebih produktif,'' ujar Biasa dan Sudandra.
Kehadiran listrik, tambah Biasa, membuat anak-anak mereka yang masih bersekolah, dapat belajar dengan nyaman pada malam harinya. Apalagi, sejak terbangun sekolah satu atap (SD hingga SMP), membuat anak-anak di Panca Mekar Sari sudah tak lagi putus sekolah. Warga juga sangat terbantu untuk melakukan kegiatan-kegiatan malam hari, terutama saat berlangsung upacara adat dan upacara keagamaan (piodalan).
Harapan lebih besar yang diinginkan Biasa dari keberadaan sejumlah pembangkit listrik disekitar daerahnya, yakni teratasinya kesulitan air bersih. Jika saat ini masyarakat hanya mengandalkan air tadah hujan dengan penampungan berupa cubang, keberadaan pembangkit listrik diharapkan mampu mengangkat potensi sumber air yang banyak terdapat didaerahnya. Salah satunya sumber air Guyangan yang memiliki debit sangat besar.
''Cuaca di desa kami terbilang tak menentu. Kapan hujan dan kapan kemarau tak jelas. Sehingga kapan cubang-cubang penampung air yang kami miliki tak jelas kapan terisinya,'' tandas Biasa. Disebutkan, setiap kepala keluarga (KK) di desanya rata-rata memiliki dua buah cubang berukuran 4 x 5 meter dengan isi sekitar 5.000 liter air.
Air yang ada di cubang tersebut, bukan hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan masak memasak. Juga untuk menyiram tanaman/ladang dan pakan ternak. ''Sehingga habisnya cepat,'' tambah suami Ni Kadek Puspareni itu seraya menyebutkan, keluhan kesulitan air pada selalu diutarakan dihadapan pemerintah setiap kali ada kesempatan masyarakat bertatap muka secara langsung dengan para pejabat. Baik pejabat di kabupaten, propinsi maupun pusat.
Apa yang menjadi harapan Bendesa pekraman Panca Mekar Sari, bisa jadi juga menjadi harapan terbesar masyarakat di desa pekraman lain di Nusa Penida. Dibangunnya kawasan renewable energy park, diharapkan mampu menghapus ketertinggalan dan keterisolasian yang selama ini seakan mustahil bisa diwujudkan. Sebagaimana penuturan Camat Nusa Penida Wayan Sumarta. Setelah dikonsep sebagai kawasan taman energy terbarukan, diharapkan menjadi salah satu pemicu perkembangan wilayah itu. Sejauh ini, di Nusa Penida telah dibangun 250 Solar Home System (listrik tenaga tersebar), 7 buah PLTB, 1 PLTS terpusat, 1 unit mesin produksi minyak jarak mentah dan beberapa proyek lainya yang memanfaatkan sumber energi yang ada di Nusa Penida.
''Tentunya hal ini mempunyai daya tarik tersendiri. Harapan kami dengan adanya pemanfaatan sumber energi yang ada di Nusa Penida, utamanya yang menjadi energi listrik dapat memudahkan pembangunan infrastruktur,'' ujar Sumarta. * baliputra

kirim ke teman | versi cetak

Berita Energi Lainnya

Tolak, Kandidat Pemimpin yang tak Peduli Alam Bali
Rumah Jerami Hemat Energi, Pemenang Word Habitat Award 2005
Indonesia dan Problem ''Renewable Energy''
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Kirimkan Komentar Anda:
Nama Anda* :
Email Anda* :
Judul Komentar* :
Isi Komentar* :
Security Code : Security Code
Type Code* :


 

Pencarian


cari di

Kalender

Statistik Situs

[ Sejak Maret 2006 ]
 
Visitors  139600 Users
Hits 253638 hits
month 424 Users
Today 24 Users
Online 5 User(s)

Top 10 Artikel

[2739]PROBLEM SOSIAL & FUNGSI TRI PUSAT PENDIDIKAN
[1761]PARADIGMA HOLISTIK DAN KONSISTENSI KONTROL SOSIAL UNTUK MENJAGA ALAM BALI
[1253]Relevansi Nyepi dan Pemanasan Global
[1138]Indonesia dan Problem ''Renewable Energy''
[1103]Pesona Pantai LOVINA, Desa Pemaron-Buleleng.
[1083]KTT ''Climate Change'' di Bali--Mesti Beri Kontribusi Penyelamatan Alam
[1062]Kondisi Biofisik Sumber Mata Air Di Kabupaten Buleleng
[964]Rumah Jerami Hemat Energi, Pemenang Word Habitat Award 2005
[950]Masalah Sampah, Bom Waktu
[857]Pemanasan Global dan Penghematan Energi

*10 Link Terbaru

Buleleng
[14-Sep-2007 - 341 hits]
Managing Basic Education
[12-Sep-2007 - 296 hits]
Manajemen Berbasis Sekolah
[12-Sep-2007 - 299 hits]
WALHI BALI
[12-Sep-2007 - 320 hits]
Berita Bali
[11-Sep-2007 - 441 hits]
Arek Smada 76, Surabaya
[11-Sep-2007 - 239 hits]
Bali In Danger
[11-Sep-2007 - 283 hits]
Alumni SMPN 1 Singaraja,Bali
[11-Sep-2007 - 253 hits]
Dusun Butiyang
[11-Sep-2007 - 253 hits]
Kisah-Kisah Sebuah Angkatan
[02-Aug-2007 - 267 hits]
Tampilkan situs Anda di sini...
» Tambah link baru
» Browse link

 
Boy SR & Gde Wisnaya W © 2007, Allright Reserved - Powered by AuraCMS v2.1
Artikel adalah properti kontributor, isi dapat dicopy-paste dengan menyebutkan sumbernya.

IP Anda : 38.107.191.116 | Hostname: 38.107.191.116