Situs LSM  LP3B Buleleng
| home | buku tamu | kirim artikel | download | forum | recommend | kontak |

Rubrik

Serba Serbi (umum)
Olahraga
Sain dan Teknologi
Seni & Budaya
Pendidikan
Lingkungan
Sosial, Politik & Ekonomi
Parlementaria
Energi
Pertanian Organik
ARSIP LAWAS LP3B
Global Warming & Climate Change

Top 10 Download

Buku Tamu dgn Turing number (960)
Pesan Singkat dgn Turing number (837)
PIXresizer (765)
Modul Komentar Terakhir (760)

Powered by








 

Masalah Sampah, Bom Waktu

Sabtu, 29 September 200 - oleh : admin | 0 komentar |   955 hits

Oleh Rina Nazrina

Balipost, 29 September 2007

KONON, kemajuan suatu daerah atau negara dapat diukur dari kondisi sampah di lingkungannya. Jika terlihat banyak sampah yang terserak di jalan-jalan, maka daerah/negara tersebut terbelakang dengan sistem pengelolaan sampah yang buruk. Tercermin dari warganya yang masih membuang sampah sembarangan, yang berarti tidak ada sistem yang bagus untuk mencegah hal tersebut.
Jika sampahnya tertumpuk rapi dan penuh di tempatnya, tidak lagi di jalan-jalan, maka berarti negara tersebut sudah tergolong negara berkembang. Karena sudah bisa mengkondisikan masyarakat untuk dengan disiplin membuang sampah pada tong-tong sampah yang tersedia.
Jika sampah sudah hampir tak tampak di mana-mana, tong-tong sampah tampak selalu kosong dan lingkungan pun bersih, inilah indikator bahwa daerah/negara tersebut maju. Sistem pengelolaan sampah sudah sangat baik, sehingga warga dan juga para petugas pengangkut sampah sudah sama-sama berdisiplin soal sampah. Ada waktu-waktu pengangkutan sampah setiap harinya yang sudah disepakati bersama, dan pemerintah pun sudah memiliki sistem pemusnahan maupun daur ulang sampah yang bagus.
Bali, sebagai daerah yang tingkat kepadatan penduduknya masih belum sesak, dengan tingkat koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dan warganya terbilang cukup baik, memiliki harapan yang besar untuk dapat memelopori Indonesia dalam usaha pengelolaan sampah yang benar dan tepat.
Saat ini persoalan sampah di Bali ibarat bom waktu. Setiap harinya produksi sampah di pulau ini rata-rata berjumlah 5.000 ton dan bertambah 5% setiap tahunnya (Bali Post, 27/9). Hal ini sangat mengkhawatirkan karena Bali sejak dulu tidak hanya menjadi primadona pariwisata di negeri sendiri, tetapi juga menjadi primadona dunia. Tumpukan sampah tentunya tak dapat dibiarkan karena dapat menurunkan pencitraan Bali.
Di bidang kesehatan pun tak kalah mengancamnya. Pengelolaan sampah yang buruk lama-lama dapat menyebabkan berbagai penyakit, dan tumpukan sampah di sungai sewaktu-waktu dapat menimbulkan banjir maupun bencana lain.
Upaya yang dapat dilakukan, mengacu pada slogan yang berlaku umum, yaitu 3R: reduce (mengurangi), reuse (pemakaian kembali), dan recycle (daur ulang). Program 3R ini hanya dapat terwujud dengan baik jika disadari sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Ini berarti pembiasaan dan pendisiplinan untuk membereskan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Masyarakat bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan mereka sendiri. Tak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengolah habis sampah hingga tuntas.
Pengolahan sampah ini dimulai dengan memilah-milah sampah menurut jenisnya, organik atau non organik. Sebuah LSM di Jakarta telah mengembangkan alat yang praktis dan murah dapat digunakan bahkan di tingkat rumah tangga untuk pengubahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair. Hasilnya dapat digunakan untuk pertanian ataupun pertamanan dan juga dapat dijual. Sedangkan sampah non-organik didaur ulang menjadi plastik, kertas dan kardus yang juga memiliki nilai jual. Jadi selain lingkungan menjadi bersih, masyarakat pun dapat memperoleh penghasilan tambahan, hanya dari sampah.
San Fransisco, AS, telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik di toko maupun di pasar. Sedangkan di Bali, dapat kita lihat bahwa penggunaan kantong plastik masih sangat boros. Pemda Bali mungkin dapat menetapkan aturan pembatasan kantong plastik demi mewujudkan manajemen sampah yang baik dan berkelanjutan.
Di sekolah-sekolah pun penting menerapkan pendidikan mengenai sampah. Di beberapa negara telah umum dibiasakan zero garbage lunch; yaitu anak sekolah membawa kotak bekal makanan yang dapat berulangkali dipakai, sehingga tidak menyisakan sampah. Beberapa restoran cepat saji pun memberikan potongan harga bagi pembeli yang membawa tempat makan atau minum sendiri.
Aturan baku mengenai pengelolaan sampah dari tingkat Pemda mendesak untuk ditetapkan. Karena masyarakat berpayung kepada aturan-aturan tersebut untuk dapat bersama-sama pemerintah mewujudkan Bali yang bersih, nyaman dan bebas dari gangguan dan ancaman masalah sampah.

kirim ke teman | versi cetak

Berita Lingkungan Lainnya

PARADIGMA HOLISTIK DAN KONSISTENSI KONTROL SOSIAL UNTUK MENJAGA ALAM BALI
Di Antara Limbah dan Berkah
Menyelamatkan Alam, jangan hanya Berwacana
LP3B Buleleng & WALHI Bali Akan Putar Film Al Gore "An Inconvenient Truth"
Tegakkan Hukum Atasi Limbah/Sampah
Mata Air tak Muncul, Hutan pun Gundul--
Penuhi Pundi-pundi PAD---Lingkungan jangan Dikorbankan
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Kirimkan Komentar Anda:
Nama Anda* :
Email Anda* :
Judul Komentar* :
Isi Komentar* :
Security Code : Security Code
Type Code* :


 

Pencarian


cari di

Kalender

Statistik Situs

[ Sejak Maret 2006 ]
 
Visitors  139837 Users
Hits 254021 hits
month 435 Users
Today 25 Users
Online 5 User(s)

Top 10 Artikel

[2748]PROBLEM SOSIAL & FUNGSI TRI PUSAT PENDIDIKAN
[1766]PARADIGMA HOLISTIK DAN KONSISTENSI KONTROL SOSIAL UNTUK MENJAGA ALAM BALI
[1258]Relevansi Nyepi dan Pemanasan Global
[1146]Indonesia dan Problem ''Renewable Energy''
[1116]Pesona Pantai LOVINA, Desa Pemaron-Buleleng.
[1087]KTT ''Climate Change'' di Bali--Mesti Beri Kontribusi Penyelamatan Alam
[1065]Kondisi Biofisik Sumber Mata Air Di Kabupaten Buleleng
[972]Rumah Jerami Hemat Energi, Pemenang Word Habitat Award 2005
[955]Masalah Sampah, Bom Waktu
[865]Pemanasan Global dan Penghematan Energi

*10 Link Terbaru

Buleleng
[14-Sep-2007 - 342 hits]
Managing Basic Education
[12-Sep-2007 - 299 hits]
Manajemen Berbasis Sekolah
[12-Sep-2007 - 302 hits]
WALHI BALI
[12-Sep-2007 - 323 hits]
Berita Bali
[11-Sep-2007 - 441 hits]
Arek Smada 76, Surabaya
[11-Sep-2007 - 240 hits]
Bali In Danger
[11-Sep-2007 - 283 hits]
Alumni SMPN 1 Singaraja,Bali
[11-Sep-2007 - 255 hits]
Dusun Butiyang
[11-Sep-2007 - 253 hits]
Kisah-Kisah Sebuah Angkatan
[02-Aug-2007 - 268 hits]
Tampilkan situs Anda di sini...
» Tambah link baru
» Browse link

 
Boy SR & Gde Wisnaya W © 2007, Allright Reserved - Powered by AuraCMS v2.1
Artikel adalah properti kontributor, isi dapat dicopy-paste dengan menyebutkan sumbernya.

IP Anda : 38.107.191.116 | Hostname: 38.107.191.116