Situs LSM  LP3B Buleleng
| home | buku tamu | kirim artikel | download | forum | recommend | kontak |

Rubrik

Serba Serbi (umum)
Olahraga
Sain dan Teknologi
Seni & Budaya
Pendidikan
Lingkungan
Sosial, Politik & Ekonomi
Parlementaria
Energi
Pertanian Organik
ARSIP LAWAS LP3B
Global Warming & Climate Change

Top 10 Download

Buku Tamu dgn Turing number (957)
Pesan Singkat dgn Turing number (834)
PIXresizer (763)
Modul Komentar Terakhir (756)

Powered by








 

Rumah Jerami Hemat Energi, Pemenang Word Habitat Award 2005

Kamis, 13 September 200 - oleh : admin | 0 komentar |   964 hits

DIAMBIL DARI WWW.ALAMBINA.NET

By: Deborah McCandles
08 Mei 2006 21:05 WIB

Proyek yang telah membangun 600 rumah dan sekolah di lima propinsi timur-laut Cina ini menggunakan dinding yang mampu menahan panas yang terbuat dari jerami. Rumah-rumah ini hanya memerlukan sepertiga pemanasan dibandingkan rumah batu-bata biasa, dan berhasil memperbaiki kondisi tinggal dengan berkurangnya biaya pemanasan, emisi CO2 dan polusi udara.



Arsitek Kelly Lerner dari One World Design Architecture yang menerima hadiah ini di Jakarta telah bekerjasama dengan The Adventist Development and Relief Agency (ADRA) memperkenalkan teknologi konstruksi jerami ini di Cina dalam tujuh tahun terakhir. Rancangan enjineering proyek ini ditangani oleh Tipping Mar + Associates dari Berkeley, California.

Menggunakan Jerami untuk membangun rumah yang sehat dan kuat.

Dalam proyek ini tumpukan jerami dipakai sebagai bahan dinding eksterior bangunan. Tumpukan jerami in kemudian diplester dua sisi. hasilnya dinding setebal 45-60 cm yang kelihatannya mirip dengan dinding adobe atau batu. Dinding ini bisa struktural untuk menahan beban atap atau hanya sebagai dinding pengisi.

Konstruksi dinding jerami ini ternyata sesuai untuk iklim timur-laut Cina. Ujicoba pertama dilakukan tahun 1998 untuk membangun sebuah sekolah yang bangunan batu-bata aslinya hancur diguncang gempa ringan.




Rumah-rumah yang dibangun dengan program ini sejauh ini mampu bertahan terhadap gempa karena dinding jerami yang ringan dan lentur ini mampu menyerap goncangan gempa. Sebagian dinding bata masih dipertahankan dalam desain terutama untuk meyakinkan pemilik rumah akan kekuatan konstruksinya. Umumnya rumah yang dibangun dengan cara ini hanya memerlukan sepertiga dari jumlah bata yang digunakan untuk rumah biasa.

Penghuni rumah biasanya memanaskan ruangan dengan membakar batubara. Akibat sampingannya, tingkat polusi tinggi dan diduga menjadi penyebab banyaknya penduduk yang mengidap kanker paru-paru dan sakit pernafasan. Dengan rumah jerami yang mampu menahan panas, jumlah batubara yang perlu dibakar berkurang 40-50%. Menurut para penghuni, penghangatan di rumah jerami ini lebih stabil dan merata, dan jumlah sakit pernafasan pun berkurang.

Pelatihan membangun dengan jerami

Sampai sekarang, proyek ini telah berhasil melatih 464 orang dan membangun 603 rumah di 59 desa di lima propinsi timur-laut Cina. Kantor Adventist Development Relief Agency (ADRA) and One World Design Architecture (OWD) menyediakan pelatihan untuk memastikan bahwa rumah-rumah yang dibangun memenuhi standar mutu. Pemilik rumah bekerjasama dengan perancang, didorong untuk memodifikasi desain standar dengan memindahkan pintu, jendela dan dinding interior sesuai dengan kebutuhannya. Agar teknologi ini diterima masyarakat, rumah-rumah yang dibangun haruslah disukai dan cocok dengan budaya penghuninya. Sebuah survey pasca-huni pada 150 keluarga menunjukkan bahwa 90% pemilik rumah puas dengan layout dan desain rumahnya.

Pelatihan teknis juga telah memberdayakan desainer, kontraktor dan pengawas lokal dengan memberi mereka keahlian konstruksi yang baru. Anggota manajemen proyek setempat juga menjadi berpengalaman, dan pemilik rumah belajar memelihara rumahnya dan lebih sadar akan dampak kegiatannya pada alam sekitar.

Pembiayaan Program

Ukuran rumah bervariasi tergantung kepada kebutuhan dan keinginan pemilik dan kebiasaan setempat. Keluarga yang lebih mampu umumnya memilih desain yang lebih mahal. Untuk rumah seluas 60 sampai 90 m2 biayanya berkisar antara US$2,000 sampai US$3,500. Sementara itu biaya keseluruhan proyek pada perioda 1999 – 2004 adalah $1.7 juta atau rata-rata $2,820 per rumah. ADRA (melalui sumbangan dari Yayasan Kadoorie dan lainnya) menyediakan pembiayaan untuk pelatihan, bantuan teknis dan subsidi tunai per rumah. Pemerintah setempat membayar rata-rata US$727 per rumah dalam bentuk uang, bahan bangunan atau tenaga kerja dari kontraktor dengan harga khusus.

Pemerintah setempat menawarkan pinjaman berbunga rendah agar pemilik rumah mampu membayar bagiannya. Dengan cara ini banyak keluarga miskin yang berkesempatan memiliki rumah sendiri untuk pertama kali sepanjang hidupnya sehingga meningkatkan kekayaan dan kesejahteraan rumah tangga.





Manfaat Jangka Panjang

Penggunaan jerami telah berhasil mengurangi dua pertiga jumlah batu-bata yang dipakai dalam membangun dinding eksterior, dengan demikian mengurangi polusi dan pemakaian tanah liat yang langka. Pemantauan menunjukkan bahwa pada hari yang dingin, di rumah jerami dibakar 5 kilogram lebih sedikit arang batu akar dibandingkan dengan di rumah batu-bata biasa. Rumah jerami adalah 68% lebih effisien dalam pengunaan energi dibandingkan dengan rumah batu-bata berukuran sama dan emisi CO2 per rumah berkurang sebanyak 0,6 sampai 1,2 ton per tahun. Dinding yang terbuat dari jerami menawarkan nilai insulasi yang tinggi sehinnga mengurangi biaya bahan bakar, emisi CO2 dan polusi udara. Jerami memiliki nilai CRSI 5,8 dibandingkan dengan 0,33 untuk dinding batu-bata. Ia juga memiliki kandungan energi yang lebih kecil.

Anggota masyarakat setempat terlibat dalam hal rancangan rumah, pengadaan bahan dan pendidikan desa. Penerimaan masyarakat setempat berperan sangat penting dalam keberhasilan proyek, dan penting sekali untuk didudukkan bahwa teknologi ini tidak dilihat sebagai milik kelompok pendapatan tertentu saja.

Alih Teknologi

Proyek ini dimulai dengan 21 rumah pada tahun 1999 dan sekarang telah menyebar ke 59 desa dan meliputi 603 rumah karena permintaan masyarakat setempat. Proyek ini meliputi lima propinsi Barat-laut Cina yang memiliki surplus jerami. Terdapat juga bukti-bukti yang menunjukkan bahwa konstruksi jerami ini telah menyebar ke luar lingkungan proyek dengan dibangunnya lima rumah duplex seluas 504 m2 di Tangyuan, Helilongjiang dan sebuah sekolah di A Qi Banner, Mongolia-Dalam menggunakan jerami pada tahun 2004 dan 2005. Lebih banyak lagi rumah jerami yang sudah direncanakan di Tangyuan.

Professor Kuang dari Universitas Jianxi sedang melakukan penelitian tentang penggunaan teknologi jerami di Selatan dan Tengah Cina, dan akan membangun rumah contoh di kampus universitas. Peraturan bangunan setempat telah disesuaikan oleh beberapa pemerintah lokal untuk mewadahi konstruksi jerami ini. LSM-LSM lain telah mengadopsi teknologi jerami ini. Teknologi ini dipakai juga 'Model Desa Ekologis Huangbaiyu' di Benxi, Liaoning. Beberapa LSM termasuk World Vision, UNDP dan ADRA memiliki proyek serupa di Mongolia, Mexico, Irak, Belarus, Afrika Selatan, dan Argentina. Kelly Lerner juga terlibat di beberapa proyek tersebut.





Kelly Lerner saat ini bekerjasama dengan manajer proyek ADRA, Linda Zhu, dan 'Kantor Konstruksi Pedesaan, Departemen Konstruksi Propinsi Heilongjiang' untuk memulai sebuah rencana lima tahun untuk mengembangkan, menyebarkan, dan mempromosikan desain standar serta spesifikasi standar rumah jerami di semua wilayah di propinsi tersebut.




--------------------------------------------------------------------------------

Diedit dan diterjemahkan oleh De Gayantina
Foto-foto disediakan oleh One World Design Architecture.

kirim ke teman | versi cetak

Berita Energi Lainnya

Tolak, Kandidat Pemimpin yang tak Peduli Alam Bali
Indonesia dan Problem ''Renewable Energy''
Desa Pakraman Panca Mekar Sari--------------Secercah Harapan di Balik ''Renewable Energi Park''
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Kirimkan Komentar Anda:
Nama Anda* :
Email Anda* :
Judul Komentar* :
Isi Komentar* :
Security Code : Security Code
Type Code* :


 

Pencarian


cari di

Kalender

Statistik Situs

[ Sejak Maret 2006 ]
 
Visitors  139572 Users
Hits 253610 hits
month 423 Users
Today 23 Users
Online 3 User(s)

Top 10 Artikel

[2738]PROBLEM SOSIAL & FUNGSI TRI PUSAT PENDIDIKAN
[1761]PARADIGMA HOLISTIK DAN KONSISTENSI KONTROL SOSIAL UNTUK MENJAGA ALAM BALI
[1252]Relevansi Nyepi dan Pemanasan Global
[1138]Indonesia dan Problem ''Renewable Energy''
[1103]Pesona Pantai LOVINA, Desa Pemaron-Buleleng.
[1083]KTT ''Climate Change'' di Bali--Mesti Beri Kontribusi Penyelamatan Alam
[1061]Kondisi Biofisik Sumber Mata Air Di Kabupaten Buleleng
[964]Rumah Jerami Hemat Energi, Pemenang Word Habitat Award 2005
[950]Masalah Sampah, Bom Waktu
[857]Pemanasan Global dan Penghematan Energi

*10 Link Terbaru

Buleleng
[14-Sep-2007 - 340 hits]
Managing Basic Education
[12-Sep-2007 - 296 hits]
Manajemen Berbasis Sekolah
[12-Sep-2007 - 299 hits]
WALHI BALI
[12-Sep-2007 - 320 hits]
Berita Bali
[11-Sep-2007 - 440 hits]
Arek Smada 76, Surabaya
[11-Sep-2007 - 239 hits]
Bali In Danger
[11-Sep-2007 - 282 hits]
Alumni SMPN 1 Singaraja,Bali
[11-Sep-2007 - 252 hits]
Dusun Butiyang
[11-Sep-2007 - 252 hits]
Kisah-Kisah Sebuah Angkatan
[02-Aug-2007 - 266 hits]
Tampilkan situs Anda di sini...
» Tambah link baru
» Browse link

 
Boy SR & Gde Wisnaya W © 2007, Allright Reserved - Powered by AuraCMS v2.1
Artikel adalah properti kontributor, isi dapat dicopy-paste dengan menyebutkan sumbernya.

IP Anda : 38.107.191.118 | Hostname: 38.107.191.118